Dampak COVID-19, Travel Agent: Tidak Ada Pemasukan Sama Sekali

Dampak COVID-19, Travel Agent: Tidak Ada Pemasukan Sama Sekali

Dampak COVID-19, Travel Agent: Tidak Ada Pemasukan Sama Sekali

Dampak corona, Travel Agent: Tidak Ada Pemasukan Sama Sekali – Problem ini benar-benar ‘membunuh’ pariwisata Indonesia. Kasus ini terjadi pertama kali di Wuhan, Tiongkok.

Dilansir dari https://worcestershiresoldier.org namun setelah penyebarannya yang begitu luas, bahkan hingga Indonesia, kini usaha agen perjalanan atau travel agent memasuki tahap tidak memiliki transaksi sama sekali alias zero transaction.

“Fase berikutnya pada saat ada positif COVID-19 di indonesia, market domestik juga terdampak,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Budijanto Ardiansjah, Jumat.

1. 98 persen travel agent merumahkan karyawannya 

Dengan kondisi seperti itu, Budi menyatakan saat ini hampir 98 persen travel agent sudah merumahkan karyawannya. Dalam menyebut sudah terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam sektor ini.

“Ada yang unpaid leave, ada yang hanya membayar gaji pokok dengan potongan-potongan terbatas,” ujarnya.

2. Hanya kuat bayar gaji sampai Juni 

Budi mengkhawatirkan dampak virus corona yang belum kunjung usai. Bahkan ia mengatakan ada potensi pengusaha hanya kuat membayar gaji pegawai mereka sampai Juni 2020.

“Apalagi bukan depan masih ada kewajiban THR yang harus dibayar,” ucapnya.

3. Kekhawatiran pengusaha 

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan pengusaha di beberapa sektor hanya kuat membayarkan gaji pegawai mereka hingga Juni 2020.

Beberapa perusahaan yang dimaksud adalah pariwisata, perhotelan, transportasi dan manufaktur. “Jadi itu banyak perusahaan yang memiliki masalah likuiditas atau cashflow dan mereka gak bisa bertahan lagi,” kata Shinta kepada IDN Times, Kamis (9/4).

Dengan keterbatasan likuiditas dana, Shinta menjelaskan saat ini para pengusaha memilih merumahkan para karyawannya dari pada melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). “Sebisa mungkin kita gak PHK. Uang PHK kita juga gak punya kan. Jadi lebih baik dirumahkan dulu,” katanya.

 

Comments are closed.