Gulung Tikar Pengusaha Menantikan Gunung Bromo Dibuka

Gulung Tikar Pengusaha Menantikan Gunung Bromo Dibuka

Hampir Gulung Tikar, Pengusaha Menantikan Wisata Gunung Bromo Dibuka

Gulung Tikar Pengusaha Menantikan Gunung Bromo Dibuka – Sudah sekitar 6 bulan wisata Gunung Bromo ditutup karena pandemi Covid-19. Sejumlah dampak kerugian pun dirasakan para pengusaha.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) masih menunggu dibukanya wisata Gunung Bromo, Jawa Timur oleh pemerintah. Ketua PHRI Jawa Timur, Dwi Cahyo mengatakan pengusaha hanya bisa bertahan sampai akhir Juli. Jika wisata Gunung Bromo belum juga dibuka, dia khawatir banyak pengusaha di kawasan tersebut terpaksa gulung tikar.

Secara rinci selain gaji karyawan, ada tanggung jawab pengusaha yakni biaya operasional hotel, pembayaran listrik, air dan cicilan bank menjadi kendala yang sulit agar hotel tetap bisa beroperasi.

Akibatnya, selain 3 hotel ada yang gulung tikar sebanyak 371 karyawan dirumahkan dan sekitar 40 orang karyawan di-PHK.

Sampai saat ini pihaknya hanya bisa menunggu dan menunggu kepastian Bromo dibuka. Upaya juga tak lupa ia Daftar IDN Poker lakukan, yakni berkirim surat ke Gubernur Jatim hingga Kementerian Pariwisata agar Bromo kembali dibuka.

“Semoga segera dibuka, kita sudah tidak sanggup lagi. 6 bulan kita tiarap karena Bromo belum dibuka,”pungkasnya.

PHRI juga khawatir dengan masih takutnya masyarakat untuk berwisata. Mengacu pada okupansi hotel di Jawa Timur yang kini hanya berkisar 10-15 persen, para pengusaha masih takut untuk membuka hotel dan restoran.

“Itu yang kita takutkan untuk membuka. Karena cost variable sektor akan muncul. Kalau keputusan buka, ya mau gak mau buka, tapi pasti ada biaya.

PHRI sudah siapkan protokol kesehatan

Dwi mengatakan kini sejumlah hotel di Jawa Timur, termasuk yang ada di Probolinggo, sudah menyiapkan berbagai protokol kesehatan agar wisatawan bisa semakin yakin dan aman dalam berwisata.

Mulai dari pengecekan suhu, kewajiban mencuci tangan dan ruangan khusus untuk isolasi wisatawan yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat.

“Semua karyawan harus pernah dicek rapid test, memakai face shield, sarung tangan, hand sanitizer dan lain-lain. Kami juga kerja sama dengan puskesmas dan rumah sakit terdekat,” ujarnya.

Masih berkoordinasi dengan pemerintah setempat

Saat ini, kata Dwi, para pengusaha membahas sejumlah hal khususnya terkait transportasi yang hanya boleh menampung 50 persen kapasitas.

“Kalau kami PHRI sudah menyiapakan protokol kesehatan untuk hotel dan resto. Yang belum bisa dibuka angkutan umum karena harus pakai pelindung, kaca pembatas,” kata Dwi..

Zona merah yang membuat orang ketakutan

Menurut data Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia akhir Juni kemarin mengalami penambahan sebanyak 1.293 kasus. Dengan demikian total kasus COVID-19 menjadi 56.385.

Jawa Timur masih tercatat sebagai provinsi dengan penambahan kasus terbanyak hari ini yaitu 331 kasus baru. Jawa Timur juga masih menjadi provinsi dengan penyebaran kasus virus corona terbanyak yakni 12.136 kasus.

“Orang masih ketakutan karena zona merah di Jatim. Orang ketakutan jadi belum datang,” kata Dwi.

Comments are closed.