Hutan Mangrove Jadi Destinasi Wisata di Kota Medan

Hutan Mangrove Jadi Destinasi Wisata di Kota Medan

Hutan Mangrove Jadi Destinasi Wisata di Kota Medan

Hutan Mangrove Jadi Destinasi Wisata di Kota Medan – Untuk warga medan yang ingin berlibur akhir pekan, tak perlu lagi khawatir. Karena ada tempat wisata yang murah.

Pasalnya, kini hutan mangrove di kawasan Danau Siombak Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatra Utara sudah dapat dijadikan tempat wisata bernuansa alam.

Di tengah hutan mangrove tersebut juga telah dibangun sebuah cafe tempat pengunjung menikmati indahnya panorama alam. Lokasinya berada di Jalan Nippon Ujung Kelurahan Paya Pasir, dan bisa ditempuh dalam waktu 40 menit dari pusat Kota Medan

Di tempat wisata ini pengunjung tidak hanya bisa berswafoto yang menawarkan suasana outdor alam dengan pepohonan layaknya berada di tengah hutan , namun bisa menikmati berbagai jenis kuliner dari buah nipah pohon mangrove.

Selain itu pengunjung juga dapat mengelilingi Danau Siombak menggunakan perahu bermesin mirip speedboat dengan biaya hanya sebesar Rp 10.000 per orang. Yang paling mengesankan pengunjung juga dapat melihat matahari tenggelam dari arah barat di pinggir danau.

Pemilik wisata mangrove Danau Siombak Erlianto kepada wartawan, Senin mengatakan , selain memanfaatkan hutan mangrove sebagai tempat wisata alam, tempat tersebut juga dapat menjadi edukasi bagi pelajar untuk mengenal mangrove serta manfaatnya.

Salah seorang pengunjung Nuri (33) warga Medan mengatakan, dia mengetahui keberadaan wisata mangrove di Paya Pasir ini dari media sosial. Lokasinya sangat menarik dan bernuansa hutan yang masih jarang ditemukan di daerah Sumatra Utara.

Diharap mangrove menjadi destinasi wisata yang populer

Nuri berharap agar Pemko Medan memberi perhatian khusus terhadap akses jalan menuju lokasi yang kini mulai ramai dikunjungi warga itu karena tempat wisata bernuansa alam di Kota Medan ini dapat menambah jumlah tempat wisata menarik di daerah Sumatra Utara.

Agus menyebutkan, potensi ecowisata mangrove di Medan Bagian Utara akan sangat bersaing dan bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan. Semua itu sangat tergantung pada kemampuan mengelola sumber daya dengan kreatif agar memancarkan daya tarik tersendiri.  “Daya tarik wisata itu berkaitan dengan apa yang dilihat, dialami, dan tanda kenangan wisatawan. Sentuhan kreatif terhadap elemen daya tarik itu menambah bobot pesona wisata,” ucap Agus seraya mengatakan, Dinas Pariwisata Medan tentunya akan melakukan kajian yang lebih mendalam lagi untuk menjadikan kawasan hutan mangrove ini menjadi destinasi wisata di Medan.

Usai melakukan peninjauan di Kelurahan Nelayan Indah, Agus dan rombongan pun melakukan kunjungan koordinasi ke Mako Yonmarhanlan I. Tujuannya untuk koordinasi penyelenggaran Festival Mangrove yang diadakan digelar Dinas Pariwisata. Kedatangan rombongan Dinas Pariwisata ini sambut oleh Kasi Ops Yonmarhanlan I, Mayor Catur M. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu, Agus mengutarakan niat untuk mengembangkan kawasan mangrove menjadi destinasi wisata. Salah satunya dengan cara menggelar sebuah acara bertajuk Festival Mangrove.

“Kita ingin meminta masukan agar acara ini dapat berlangsung dengan baik dan sukses. Tentu sangat dibutuhkan dukungan dari marinir,” ucap Agus seraya menyampaikan, Festival Mangrove ini dijadwalkan akan dilaksanakan pada Agustus mendatang.  Mayor Catur menyambut baik rencana ini. Dia mengatakan, akan menyampaikan niat baik Dinas Pariwisata ini kepada atasannya.

 

Comments are closed.