Singapura Keluarkan Travel Advisory Bagi WNI

Singapura Keluarkan Travel Advisory Bagi WNI

Kemlu Keluarkan Travel Advisory Bagi WNI yang ke Singapura

Singapura Keluarkan Travel Advisory Bagi WNI – Kementerian Kesehatan mendesak agar Kementerian Luar negeri segera mengeluarkan peringatan. Berupa travel advisory atau saran untuk berhati-hati bagi WNI yang hendak bepergian ke Singapura untuk mengantisipasi penularan virus.

Bagi kalian yang hendak bepergian ke Singapura, sebaiknya benar-benar memperhatikan imbauan yang disampaikan oleh otoritas setempat. Sebab, Pemerintah Indonesia pada Senin mulai mengeluarkan travel advisory artinya imbauan untuk berhati-hati dan lebih waspada.

Travel advisory itu dirilis oleh Pemerintah Indonesia setelah status kewaspadaan di Singapura dinaikan oleh otoritas setempat menjadi kedua tertinggi. Apalagi jumlah warga yang terinfeksi virus corona di negara itu terus bertambah. Berdasarkan data yang dikutip dari stasiun berita Channel News Asia per, jumlah pasien yang terinfeksi corona di Singapura mencapai 45 orang, di mana 7 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Lalu, apa saja yang perlu dilakukan oleh WNI dalam situasi ini? Apalagi menurut catatan Kemenlu ada 208.106 yang bermukim di Singapura.

Nomor kontak yang bisa dihubungi oleh WNI selama berada di Singapura

Bagi kalian yang membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai bagaimana sebaiknya mencegah penularan virus corona atau hal penting lainnya, maka kalian bisa menghubungi KBRI Singapura di nomor +65 67377422. Atau bisa juga menekan tombol darurat di aplikasi Safe Travel.

Dari 45 pasien yang terinfeksi virus corona di Negeri Singa, satu di antaranya merupakan WNI berjenis kelamin perempuan. WNI berusia 44 tahun itu bekerja sebagai asisten rumah tangga.

Apa saja yang perlu dilakukan oleh WNI

Singapura juga melarang pelancong dari Tiongkok masuk

Sementara, untuk mencegah meluasnya wabah virus corona, Pemerintah Singapura sudah menghentikan sementara waktu kunjungan turis asal Tiongkok. Bahkan, Negeri Singa juga telah membatasi penerbangan dari dan ke Tiongkok. Caranya, apabila turis tersebut pernah mengunjungi Tiongkok dalam waktu dua pekan terakhir, maka mereka dilarang masuk Singapura.

Imigrasi juga mulai menghentikan pemberian visa kunjungan bagi pemegang paspor Tiongkok. Keith mengatakan, saat ini Singapura sudah dikunjungi dari warga seluruh dunia, di mana 30 persen sumber kunjungan turis dari Asia Tenggara dan sepertiga lainnya berasal dari negara lain.

Kemenlu RI mengimbau WNI yang bepergian ke Singapura agar meningkatkan kehati-hatian

Usai memberikan tanda travel advisory atau imbauan naik menjadi kuning, maka Pemerintah Indonesia mengimbau WNI yang sedang atau akan pergi ke Negeri Singa meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah pencegahan penyebaran virus tersebut.

Mereka menjelaskan ada empat jenis kewaspadaan dalam melakukan perjalanan, yaitu hijau, kuning, oranye dan merah. Kuning menunjukkan kehati-hatian, sedangkan untuk merah tidak direkomendasikan pergi ke tujuan tersebut.

Singapura menaikan penilaian risiko penyakit dari warna kuning menjadi oranye

Perubahan kebijakan yang ditempuh Kemlu mengikuti sikap yang ditempuh oleh Singapura. Negeri Singa menaikan risiko terpapar virus corona dari semula kuning ke oranye, artinya virus itu mudah menular dan parah, namun masih bisa dikendalikan.

Bila dibandingkan ketika menghadapi wabah virus SARS pada 17 tahun lalu, ada 33 warga Singapura yang meninggal dan yang terinfeksi 238 orang. Sementara, akibat virus corona yang semakin mewabah, maka diprediksi akan memukul sektor pariwisat Singapura. Apalagi warga Tiongkok merupakan sumber penumpang paling banyak di kedatangan internasional.

Sementara, kini, ujarnya lagi, jumlah yang disumbang ke perekonomian Singapura mencapai 20 persen. Apabila situasi ini dibiarkan maka kondisinya akan lebih buruk dibandingkan ketika wabah SARS terjadi.

Comments are closed.